Ekspansi ke Komponen Otomotif, PT Geoprima Solusi Tbk Akuisisi Pabrik Besi Tuang Senilai Rp 78,5 Miliar

Ekspansi ke Komponen Otomotif, PT Geoprima Solusi Tbk Akuisisi Pabrik Besi Tuang Senilai Rp 78,5 Miliar

Langkah strategis diambil oleh emiten yang bergerak di bidang perdagangan mesin dan jasa survei, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO). Perseroan secara resmi mengumumkan transformasi bisnis besar-besaran untuk memasuki industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu. Keputusan ini menyusul masuknya pengendali baru dalam jajaran perusahaan, yaitu PT PIMSF Pulogadung, yang merupakan bagian dari kelompok usaha manufaktur terkemuka, Tjokro Group. Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen mengungkapkan komitmennya untuk mengalihkan fokus usaha utama demi memperkuat struktur bisnis jangka panjang.

Akuisisi Strategis dan Rencana Pendanaan Sebagai bagian dari perwujudan visi baru tersebut, GPSO melakukan langkah konkret dengan mengakuisisi aset tetap milik PT Jakarta Indah Casting (JIC). Transaksi bernilai fantastis ini mencapai Rp 78,5 miliar, atau setara dengan 183,95 persen dari total ekuitas perseroan per Desember 2025. Dengan nilai yang material tersebut, komoditas aset yang diambil alih mencakup fasilitas produksi yang sangat komprehensif, antara lain:

Lahan operasional seluas 15.400 meter persegi yang berlokasi strategis di Bekasi.

Bangunan fisik pabrik siap pakai beserta seluruh infrastruktur pendukungnya.

Rangkaian mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting) yang mutakhir.

Untuk membiayai pengambilalihan aset tersebut, GPSO berencana menggelar aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Melalui skema ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak 66.674.000 lembar saham baru, yang setara dengan 10 persen dari modal disetor perusahaan. Langkah penggalangan dana ini ditujukan tidak hanya untuk menutup biaya akuisisi JIC, tetapi juga untuk memperkuat posisi likuiditas saham perusahaan di pasar modal.

Prospek Finansial dan Sinergi Bisnis Berdasarkan hasil studi kelayakan independen yang komprehensif, ekspansi bisnis ke sektor komponen industri ini dinilai memiliki masa depan yang sangat cerah. Indikator finansial menunjukkan angka Internal Rate of Return (IRR) yang berada di level 34,77 persen, melampaui tingkat diskonto standar sebesar 14 persen. Selain itu, nilai Net Present Value (NPV) mencatatkan angka positif sebesar Rp 86,63 miliar dengan proyeksi periode pengembalian modal (payback period) selama lima tahun satu bulan. Seluruh rencana investasi dan diversifikasi lini usaha ini dijadwalkan akan dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026 guna memperoleh persetujuan dari para pemegang saham independen. Sinergi erat bersama Tjokro Group, yang berpengalaman lebih dari 57 tahun, dipercaya mampu mengantarkan GPSO menjadi produsen bernilai tambah tinggi yang kompetitif di pasar original equipment manufacturer (OEM) sektor otomotif dan alat berat nasional.

Sumber: money.kompas.com