Pendidikan sering kali menjadi jembatan emas bagi anak bangsa untuk menggapai mimpi yang mulia. Salah satu potret keberhasilan tersebut ditunjukkan oleh Husein Kurnia Riyadinata, seorang pemuda berbakat yang kini tengah menempuh studi di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (PTNRI). Di perguruan tinggi kedinasan yang berfokus pada teknologi tingkat tinggi tersebut, Husein memilih Jurusan Elektronika Instrumentasi untuk mendalami keahlian spesifiknya.
Keberhasilan Husein menembus ketatnya persaingan di dunia teknologi nuklir tidak terlepas dari dukungan program Beasiswa Santri yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada tahun 2023 lalu. Sebelum bertransformasi menjadi mahasiswa teknik, Husein merupakan seorang santri yang menimba ilmu agama di API Syubbanul Wathon Secang, Magelang. Latar belakang pesantren terbukti tidak membatasi langkahnya untuk bersaing di ranah sains, bahkan ia sangat aktif dalam berbagai kegiatan akademik serta organisasi kampus, termasuk bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Einstein.com.
Keseimbangan Ilmu, Iman, dan Prestasi Akademik
Selama duduk di bangku kuliah, Husein berhasil menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Keaktifannya dalam berinovasi mengantarkannya meraih Juara 1 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di tingkat kampus. Selain itu, potensi besarnya di bidang penelitian juga mendapat pengakuan nasional setelah berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi (BARISTA) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Meraih Juara 1 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat perguruan tinggi.
Menjadi penerima Beasiswa BARISTA dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung risetnya.
Aktif berkontribusi dalam organisasi kemahasiswaan melalui Himpunan Mahasiswa Einstein.com.
Bagi Husein, seluruh pencapaian akademik dan pengalaman riset yang dilaluinya menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan tidak semestinya menjauhkan seseorang dari agama. Ia sangat memegang teguh prinsip keseimbangan antara aspek intelektual dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sains yang dikejar harus senantiasa berjalan beriringan dengan nilai-nilai keimanan yang telah ditanamkan sejak di pesantren.
Terinspirasi dari Sosok B.J. Habibie
Dalam merajut mimpi masa depannya, Husein mengaku sangat mengagumi dan terinspirasi oleh Presiden ketiga Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. Sosok Habibie dipandangnya sebagai teladan sempurna yang mampu mengintegrasikan kecerdasan teknologi mutakhir dengan kekuatan nilai keislaman serta rasa nasionalisme yang tinggi. Terinspirasi dari sang teknokrat, Husein pun memasang target besar untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang doktoral (S3) demi memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Program Beasiswa Santri dari Baznas sendiri memang dirancang khusus untuk menjaring talenta-talenta potensial dari kalangan pesantren. Melalui bantuan pendidikan ini, Baznas berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing global, berkarakter kuat, serta mampu bertindak sebagai agen perubahan yang membawa maslahat bagi masyarakat luas melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sumber: kompas.com