Produsen mobil listrik terkemuka asal China, Build Your Dreams (BYD), semakin menancapkan taringnya dalam persaingan teknologi otomotif global. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini dilaporkan tengah fokus besar-besaran pada pengembangan sistem bantuan mengemudi canggih atau Advanced Driving Assistance System (ADAS). Tidak tanggung-tanggung, BYD mengalokasikan dana investasi fantastis mencapai lebih dari 100 miliar yuan atau setara dengan 14,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 220 triliun). Langkah masif ini didukung oleh pembentukan tim riset khusus yang diperkuat oleh lebih dari 5.000 tenaga ahli di bidang teknologi kecerdasan buatan dan otomotif.
Kecanggihan Fitur "God's Eye" dan Garansi Ganti Rugi
Salah satu produk inovasi mutakhir yang lahir dari megaproyek ini adalah sebuah sistem kemudi pintar bernama "God's Eye" (Mata Dewa). Untuk dapat membaca situasi lingkungan sekitar kendaraan secara presisi dan real-time, sistem ini mengintegrasikan puluhan perangkat keras canggih berteknologi tinggi pada mobil. Pihak BYD bahkan telah menaikkan standar persaingan dengan meluncurkan kemampuan parkir otonom Level 4 (L4) untuk sistem ini, disertai komitmen berani untuk menanggung penuh kerugian materi jika terjadi insiden saat fitur tersebut aktif di China.
Sistem "God's Eye" tersebut didukung oleh konfigurasi sensor yang komprehensif, meliputi:
12 unit kamera pengawas resolusi tinggi
5 radar gelombang milimeter (millimeter-wave radar)
12 radar ultrasonik di berbagai sudut kendaraan
Membentuk Ekosistem IoT dan Masa Depan Otomotif China
Hingga akhir tahun lalu, implementasi teknologi ini terbilang sangat agresif dengan lebih dari 2,5 juta unit mobil BYD di jalanan yang telah mengadopsi sistem "God's Eye". Jutaan kendaraan ini bergerak aktif dan mengumpulkan data perjalanan harian hingga melampaui 150 juta kilometer. Seluruh data tersebut ditampung dalam basis data cloud otomotif terbesar di China guna melatih kecerdasan buatan melalui pendekatan "AI intelligent agent + world model". Di masa depan, BYD memproyeksikan kendaraan mereka tidak lagi sekadar alat transportasi konvensional, melainkan bertransformasi menjadi entitas cerdas dalam ekosistem Internet of Things (IoT) yang mampu terintegrasi dengan drone hingga mengontrol perangkat rumah pintar konsumen.
Sumber: otomotif.kompas.com