Bogor � Mengawali tahun 2026, Institut Pertanian Bogor (IPB University) membuat langkah strategis dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus agromaritim terkemuka ini secara resmi mengumumkan pembukaan fakultas baru, yakni Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT). Struktur kelembagaan baru ini merupakan hasil transformasi dan integrasi komprehensif dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) yang legendaris serta Sekolah Teknik (ST) IPB. Melalui perombakan ini, pihak universitas berkomitmen untuk menciptakan wadah inovasi yang optimal guna mengawinkan disiplin sains, keteknikan, dan teknologi modern.
Rektor IPB University, Alim Setiawan, menjelaskan bahwa pembentukan FTT adalah hasil dari sebuah perjalanan panjang demi menemukan bentuk kelembagaan yang paling ideal untuk menjawab tantangan zaman. Kehadiran disiplin ilmu keteknikan dan teknologi yang melebur di bawah satu payung fakultas diproyeksikan mampu menjadi fondasi yang kokoh sekaligus memperluas jangkauan kolaborasi global. Penggabungan ini diharapkan dapat melahirkan inovasi baru, khususnya di sektor keteknikan berbasis pertanian moderen, yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Subjudul: Penyesuaian Administratif Tanpa Mengubah Kurikulum
Meskipun terjadi perubahan nama dan struktur manajemen tingkat atas, pihak rektorat menegaskan agar mahasiswa dan calon mahasiswa tidak perlu merasa khawatir mengenai substansi akademik. Rektor Alim Setiawan memastikan bahwa seluruh program studi (prodi) yang sebelumnya berada di bawah Fateta maupun Sekolah Teknik tetap berjalan secara normal seperti sedia kala. Kompetensi keilmuan, kurikulum perkuliahan, jajaran dosen pengajar, hingga proses pembelajaran tidak mengalami perubahan materi ilmiah sama sekali. Perubahan yang terjadi murni bersifat institusional dan administratif untuk menyederhanakan pengelolaan birokrasi universitas.
Sebagai tanda dimulainya era baru FTT, prosesi pelantikan pimpinan struktural telah dilaksanakan di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasution, Kampus Dramaga, Bogor. Dalam agenda tersebut, Slamet Budijanto resmi dilantik sebagai Dekan Waktu Transisi FTT. Tidak hanya posisi dekan, rektor juga melantik sejumlah pejabat struktural strategis lainnya yang akan mendukung operasional fakultas baru ini, di antaranya:
Kepala Bagian Tata Usaha
Kepala Sub Bagian Pendidikan
Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni
Kepala Sub Bagian Pengelolaan Data dan Infrastruktur
Kepala Sub Bagian Keuangan, Sumberdaya Manusia dan Umum
Supervisor Pelayanan Administrasi dan Umum (PAU) untuk Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim serta Komite Etik Penelitian
Subjudul: Kepemimpinan Berbasis Integrasi Moral
Pihak universitas menekankan bahwa reorganisasi ini bukan sekadar pergantian jabatan formalitas, melainkan sebuah momentum untuk mempercepat transformasi IPB University agar menjadi institusi yang lebih responsif dan berintegritas tinggi. Dengan sistem tata kelola yang baru, koordinasi lintas disiplin ilmu teknik dan pertanian diharapkan bisa berjalan jauh lebih adaptif. Setiap pejabat baru yang mengemban tugas di FTT diminta memegang teguh semangat pelayanan publik dalam ekosistem akademik.
Rektor IPB University mengingatkan bahwa posisi kepemimpinan yang baru saja diserahterimakan mengemban tanggung jawab moral yang besar. Manajemen universitas harus berorientasi pada keteladanan yang mampu melahirkan kemanfaatan bagi bangsa. Melalui kehadiran Fakultas Teknik dan Teknologi ini, IPB University optimistis dapat mencetak lulusan insinyur serta ahli teknologi pertanian masa depan yang siap bersaing di kancah internasional dan berkontribusi langsung pada ketahanan pangan dan teknologi berkelanjutan.
Sumber: kompas.com