Kemenperin Tegaskan Isu Relokasi Pabrik Komponen Otomotif Jawa Timur ke Vietnam Tidak Benar

Kemenperin Tegaskan Isu Relokasi Pabrik Komponen Otomotif Jawa Timur ke Vietnam Tidak Benar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi terkait isu miring yang menerpa industri manufaktur nasional. Pemerintah secara tegas membantah rumor mengenai adanya relokasi fasilitas produksi dua perusahaan komponen otomotif besar di Jawa Timur ke Vietnam. Berdasarkan investigasi langsung yang diperintahkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, aktivitas operasional di lapangan masih berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ditemukan bukti valid yang mendukung isu kepindahan tersebut.

Langkah cepat diambil oleh Menperin dengan mengutus Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) untuk melakukan penelusuran langsung sejak akhir pekan lalu. Fokus investigasi tertuju pada PT JAI yang berbasis di Pasuruan dan PT SAI yang beroperasi di Mojokerto. Hasil peninjauan membuktikan bahwa kedua pabrik tersebut tetap melakukan aktivitas manufaktur secara aktif dan teratur melaporkan kegiatannya melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Dampak Isu Terhadap Rantai Pasok dan Komitmen Investasi Kemenperin menyayangkan penyebaran informasi sepihak ini karena sempat memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan bahwa pemberitaan masif mengenai isu relokasi dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal telah mengganggu ketenangan mitra bisnis perusahaan tersebut.

Manajemen memastikan tidak ada pemangkasan jumlah karyawan maupun kebijakan PHK massal.

Para pembeli (buyer) serta pemasok (supplier) sempat mempertanyakan kelanjutan kontrak bisnis yang sedang berjalan.

Kemenperin merilis temuan ini demi menjaga stabilitas iklim investasi manufaktur asing di Indonesia.

Pihak kementerian juga membeberkan bahwa komitmen jangka panjang kedua raksasa komponen ini sangat kuat, terbukti dengan total realisasi investasi yang telah menembus angka Rp 1,9 triliun. Angka kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan performa yang sangat solid, di mana PT SAI memproduksi hingga 1,2 juta unit komponen dan PT JAI menyentuh 1,6 juta unit untuk kebutuhan pasar ekspor global.

Memperketat Sistem Pengawasan Manufaktur Nasional Guna mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang, Kementerian Perindustrian kini memperketat sistem pemantauan terhadap dinamika industri di tanah air. Seluruh jajaran di bawah Kemenperin diinstruksikan untuk lebih peka dalam mengendus potensi hambatan, baik dari segi rantai pasok global maupun fluktuasi permintaan pasar domestik dan internasional.

Langkah mitigasi yang cepat dan terukur akan terus dipersiapkan oleh pemerintah. Koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan di sektor otomotif juga terus ditingkatkan guna memberikan kepastian hukum, melindungi hak-hak tenaga kerja lokal, serta mempertahankan posisi strategis Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur kendaraan terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: otomotif.kompas.com