Konglomerat teknologi global sekaligus CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, menutup tahun dengan pencapaian finansial yang mencengangkan. Berdasarkan data terbaru dari Forbes Real-Time Billionaires yang dirilis pada penutupan perdagangan akhir tahun, total kekayaan bersih Elon Musk tercatat menyentuh angka 726,3 miliar dollar AS. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah menggunakan asumsi kurs Rp 16.694 per dollar AS, nilai fantastis tersebut setara dengan Rp 12.124,9 triliun. Angka ini secara resmi menempatkan harta pribadi Musk di atas nilai perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) beberapa negara maju di dunia.
Dengan akumulasi kekayaan tersebut, aset yang dimiliki pria berusia 54 tahun ini setara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-23 di dunia. Kekayaan Musk berhasil melampaui PDB negara Belgia yang tercatat sebesar 716 miliar dollar AS (sekitar Rp 11.951,1 triliun). Tidak hanya Belgia, laporan dari Dana Moneter Internasional (IMF) juga menunjukkan bahwa kekayaan Musk kini berada di atas output ekonomi tahunan Swedia, Irlandia, dan Argentina. Kendati demikian, posisi Musk masih berada di bawah Taiwan yang mengantongi PDB sebesar 884 miliar dollar AS atau setara Rp 14.757,5 triliun.
Pendorong Utama dan Perbandingan Finansial Meskipun pada hari terakhir perdagangan saham Tesla sempat mengalami koreksi tipis sebesar 1 persen ke level 449,72 dollar AS per saham yang mengikis hartanya sekitar 3,3 miliar dollar AS, performa tahunan perusahaan kendaraan listrik tersebut tetap solid dengan pertumbuhan mencapai 18 persen. Tren kenaikan masif kekayaan Musk sepanjang tahun ini tidak lepas dari dua faktor strategis berskala besar:
Akselerasi Valuasi SpaceX: Perusahaan antariksa swasta milik Musk sukses meluncurkan penawaran tender komersial yang mendongkrak valuasi perusahaan menjadi 800 miliar dollar AS. Langkah ini secara instan menyuntikkan tambahan kekayaan bagi Musk hingga 168 miliar dollar AS.
Putusan Hukum Strategis: Mahkamah Agung Delaware membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah terkait sengketa paket kompensasi opsi saham Tesla senilai 139 miliar dollar AS, mengembalikan hak opsi tersebut secara penuh ke kantong Musk.
Sebagai pembanding untuk melihat betapa masifnya angka tersebut, total kekayaan Elon Musk kini jauh melampaui nilai kapitalisasi pasar korporasi raksasa global. Harta Musk mengungguli nilai pasar Oracle yang bertengger di angka 560 miliar dollar AS, raksasa kesehatan Johnson & Johnson sebesar 498,6 miliar dollar AS, hingga imperium barang mewah LVMH milik Bernard Arnault yang bernilai 375,9 miliar dollar AS. Di sisi lain, Musk tetap kokoh mempertahankan gelar orang terkaya di dunia sejak mendepak Arnault dari takhta tersebut.
Jika disandingkan dengan industri aset kripto, total kekayaan bersih Musk setara dengan dua kali lipat kapitalisasi pasar Ethereum dan hampir menyamai total keseluruhan kapitalisasi pasar aset kripto global pada periode awal perkembangannya di tahun 2018. Melihat tren pertumbuhan yang konsisten dan target korporasi jangka panjang yang terus terpenuhi, para analis memperkirakan bahwa pergerakan ini berpotensi membawa Elon Musk menjadi manusia pertama di dunia yang menyandang status trillionaire (memiliki kekayaan 1 triliun dollar AS) dalam dekade mendatang.
Sumber: money.kompas.com