Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong seluruh kepala daerah di Indonesia untuk meningkatkan kreativitas, keberanian, dan inovasi dalam mengelola potensi wilayah masing-masing. Langkah strategis ini dinilai sebagai kunci utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara diskusi awal tahun 2026 yang menyoroti arah pembangunan ekonomi di bawah pemerintahan nasional yang baru.
Urgensi Kemandirian Fiskal Daerah
Dalam penjelasannya, Mendagri mengungkapkan bahwa indikator utama keberhasilan pembangunan sebuah wilayah tercermin dari tingkat kemandirian fiskalnya. Daerah yang memiliki fondasi keuangan yang kuat secara mandiri dinilai memiliki fleksibilitas tinggi serta pergerakan yang lebih cepat dalam mengeksekusi berbagai program kerja tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pemerintah pusat. Guna mewujudkan hal tersebut, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui ekosistem dunia usaha yang sehat menjadi hal yang mutlak dilakukan.
Menyederhanakan proses perizinan usaha untuk menarik minat investor lokal maupun asing.
Menggali dan memanfaatkan potensi sektor unggulan daerah, baik pariwisata maupun sumber daya alam.
Membuka ruang dialog yang berkelanjutan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta asosiasi pengusaha.
Melakukan efisiensi pada pos belanja daerah dan memprioritaskan anggaran untuk sektor produktif.
Lebih lanjut, pengelolaan anggaran yang efisien dan penciptaan sumber pendapatan baru harus berjalan beriringan. Transformasi pola pikir kepala daerah dari yang semula hanya fokus pada pembelanjaan anggaran menjadi kreatif mencari sumber pendapatan baru diyakini akan mempercepat kemajuan wilayah. Kebijakan ini selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat stabilitas ekonomi di seluruh pelosok negeri.
Sumber: nasional.kompas.com