Mendorong Masa Depan Hijau, International Innovation Awards 2025 Beri Penghargaan untuk Terobosan Berkelanjutan Global

Mendorong Masa Depan Hijau, International Innovation Awards 2025 Beri Penghargaan untuk Terobosan Berkelanjutan Global

Enterprise Asia kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat laju inovasi global dengan menyelenggarakan International Innovation Awards (IIA) 2025 di The Ritz-Carlton Shanghai, China. Mengusung tema besar "Reinventing for Tomorrow", ajang bergengsi ini menjadi wadah bertemunya para pemimpin bisnis, inovator, dan organisasi terkemuka dari berbagai penjuru dunia. Sejak diinisiasi pada tahun 2017 melalui gerakan Innovation Revolution, IIA konsisten menjadi panggung apresiasi bagi ekosistem bisnis yang berani berinvestasi jangka panjang dalam riset, pengembangan, serta transformasi yang berdampak positif bagi peradaban.

Chairman Enterprise Asia, Richard Tsang, dalam sambutannya menekankan bahwa inovasi modern tidak boleh hanya bertumpu pada kecanggihan teknologi semata, melainkan harus memiliki fondasi nilai kemanusiaan yang kuat. Menurutnya, perubahan harus dipandang sebagai peluang untuk menantang batas konvensional dengan penuh rasa tanggung jawab. Inovasi yang ideal adalah inovasi yang mampu menggerakkan roda perekonomian sekaligus secara nyata meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat luas.

Evaluasi Ketat dan Dominasi Inovasi Lintas Negara Ajang penghargaan tahun ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan partisipasi dari lebih dari 20 negara dan pasar global, termasuk Austria, China, Indonesia, Malaysia, Belanda, Filipina, Singapura, Swiss, Taiwan, Thailand, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. Panel juri independen yang kompeten melakukan evaluasi ketat terhadap lebih dari 260 aplikasi yang masuk. Seluruh inovasi tersebut diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama, yaitu Product, Service & Solution, Organization & Culture, serta Smart City.

Sejumlah perusahaan global berhasil membawa pulang penghargaan atas terobosan visioner mereka, di antaranya:

Kategori Produk: "DOWSIL� 995 Silicone Structural Sealant" dari Dow (Shanghai) Holding Co., Ltd. dan "Innovative Split-unit OTC Hearing Aid" dari OK Biotech Co., Ltd. (Taiwan).

Kategori Service & Solution: "ABB Accelerator" dari ABB Information Systems Ltd (Swiss) dan "From Automation To Intelligence: PwC's Agentic-native Audit Ecosystem" dari PricewaterhouseCoopers LLP (Inggris).

Kategori Organization & Culture: "AIA - PBB RCB Tribe" dari AIA BHD (Malaysia) dan "Innovation School" dari Raiffeisen Bank International (Austria).

Kategori Smart City: "The Government Complex" dari Dhanarak Asset Development Co., Ltd. (Thailand) dan "Intelligent Safety 2.0 For Light Rail" dari MTR Corporation (Hong Kong).

Inovasi Indonesia di Panggung Internasional Indonesia turut menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang penghargaan berskala internasional ini. Dua institusi besar tanah air berhasil diakui atas dedikasi mereka dalam mengembangkan sistem dan budaya inovatif yang berkelanjutan. PT Asian Bulk Logistics berhasil meraih penghargaan di kategori Service & Solution melalui sistem berbasis kecerdasan buatan mereka, "ABL ARGUS (AI Reporting and Guardian Utility System)". Sementara itu, di bidang pendidikan dan kebudayaan organisasi, Binus University memenangkan penghargaan di kategori Organization & Culture lewat inisiatif bertajuk "Driving Excellence Through Innovation: The BINUS University Journey".

Sebelum malam penganugerahan dimulai, rangkaian acara telah dibuka terlebih dahulu oleh International Innovation Summit (IIS) 2025 yang mengusung tema "Reimagining Growth in the Age of Intelligent Systems". Dipimpin oleh Tan Sri Dr Fong Chan Onn selaku Chairman Enterprise Asia, seminar ini menghadirkan deretan analis dan pakar industri top dunia, seperti perwakilan dari China Market Research Group, KPMG Taiwan, System In Motion, Deloitte & Touche LLP, dan Alumni Services. Fokus utama diskusi ini menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi masa depan tidak lagi sekadar tentang kecepatan dan skala, melainkan tentang bagaimana bisnis dapat berevolusi secara tangkas dengan tujuan menjaga keselarasan lingkungan serta keberlanjutan global.

Sumber: biz.kompas.com