Situasi perekonomian global dan domestik pada awal tahun 2026 mendorong lahirnya berbagai penyesuaian gaya hidup di kalangan masyarakat kelas menengah Indonesia. Gaya hidup YOLO (You Only Live Once) yang cenderung konsumtif dan impulsif kini mulai ditinggalkan dan digantikan oleh tren baru yang dikenal sebagai YONO (You Only Need One).
Prinsip utama dari gaya hidup YONO adalah mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas barang yang dimiliki. Masyarakat diajak untuk menyederhanakan kebutuhan mereka dengan hanya membeli satu jenis barang yang benar-benar berkualitas tinggi, tahan lama, dan multifungsi, alih-alih menimbun banyak barang murah dengan fungsi serupa yang cepat rusak.
Selain membantu menekan pengeluaran bulanan di tengah ketidakpastian ekonomi, gerakan ini juga sejalan dengan konsep hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dengan menyadari esensi kebutuhan yang sebenarnya, masyarakat dapat hidup lebih tenang tanpa beban finansial yang berlebihan akibat gaya hidup konsumtif.
Sumber: mediaindonesia.com