Misteri KM Putri Sakinah: Arus Deras dan Palung Sedalam 200 Meter di Perairan Padar Hambat Sonar Tim SAR

Misteri KM Putri Sakinah: Arus Deras dan Palung Sedalam 200 Meter di Perairan Padar Hambat Sonar Tim SAR

Upaya pencarian dan evakuasi terhadap musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di perairan sekitar Pulau Padar, kawasan Labuan Bajo, menghadapi tantangan alam yang sangat berat. Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa lokasi yang diduga kuat menjadi titik karamnya kapal tersebut memiliki kedalaman laut ekstrem yang menembus lebih dari 200 meter. Kondisi ini membuat teknologi sonar sistem yang diandalkan oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan tidak dapat bekerja secara optimal untuk mendeteksi keberadaan bangkai kapal.

Selain faktor kedalaman yang luar biasa, kendala teknis utama di lapangan dipicu oleh karakteristik arus bawah laut yang sangat kuat di wilayah tersebut. Derasnya aliran air di kedalaman membuat pancaran gelombang perangkat sonar terdistorsi dan gagal membaca citra dasar laut dengan akurat. Fathur menjelaskan bahwa jangkauan efektif sonar yang masih dapat terbaca dengan baik oleh tim di lapangan sejatinya hanya berkisar di kedalaman 150 meter. Ketika alat mencoba memindai area radius di bawah kedalaman 100 meter, sensor tidak mampu menangkap respons sinyal secara jelas akibat terdorong oleh pergerakan arus bawah air yang masif.

Tantangan Geografis di Palung Arus

Memasuki hari-hari krusial pencarian, fokus operasi tim SAR sebenarnya telah diarahkan penuh pada titik koordinat yang disinyalir menjadi lokasi tenggelamnya armada tersebut. Namun, data topografi laut menunjukkan bahwa wilayah perairan ini merupakan area palung laut dengan kontur kedalaman yang sangat curam serta dikelilingi oleh arus yang sangat berbahaya. Berdasarkan hasil pemindaian awal sebelum sonar kehilangan akurasi, perubahan kedalaman di lokasi tersebut terjadi secara drastis dalam jarak yang sangat pendek.

Kontur dasar laut meluncur curam dari kedalaman 30 meter langsung anjlok ke 40 meter.

Kedalaman terus menurun drastis ke angka 70 meter hingga akhirnya memancar ke dasar palung di atas 200 meter.

Area ini dikenal memiliki karakteristik arus berlapis yang menyulitkan kestabilan perangkat selam maupun navigasi robot bawah air.

Pencarian Maksimal Belum Membuahkan Hasil

Secara kalkulasi teknis, cakupan wilayah penyisiran yang dilakukan oleh tim SAR menggunakan metode sonar sebenarnya telah melewati target batas geografis atau sudah ter-cover hingga lebih dari 100 persen dari rencana operasi. Kendati area permukaan hingga wilayah vertikal yang ditentukan telah disisir berulang kali, hasil pencarian terhadap kerangka utama KM Putri Sakinah maupun tanda-tanda keberadaan dua anak pelatih klub sepak bola Valencia yang ikut hilang dalam insiden ini masih nihil. Hingga saat ini, belum ada temuan objek signifikan yang terdeteksi di permukaan maupun di lantai dasar laut.

Memasuki hari ke-12 pasca-kejadian, tim SAR gabungan menegaskan komitmennya untuk tidak menghentikan operasi kemanusiaan ini. Evaluasi taktis terus dilakukan guna menyiasati kendala alam dan keterbatasan teknologi sonar tersebut. Guna memaksimalkan pencarian di sekitar Selat Padar Utara, pihak Basarnas tetap mengombinasikan berbagai strategi, mulai dari penyisiran visual di atas permukaan laut, pemanfaatan teknologi deteksi bawah air yang tersisa, hingga pengerahan tim penyelam tradisional untuk memeriksa titik-titik dangkal yang sekiranya masih aman bagi keselamatan para personel di lapangan.

Sumber: regional.kompas.com