Potret Pilu Balita 3 Tahun di Subang, Berbobot 6 Kilogram dan Terbaring Lemas akibat Belum Menyentuh Layanan Medis

Potret Pilu Balita 3 Tahun di Subang, Berbobot 6 Kilogram dan Terbaring Lemas akibat Belum Menyentuh Layanan Medis

Kondisi memprihatinkan menimpa seorang balita perempuan berusia tiga tahun bernama Ria Nurjanah di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bocah malang tersebut dilaporkan hanya memiliki berat badan sebesar 6 kilogram, angka yang jauh dari ideal untuk anak seusianya. Fisik Ria tampak sangat kurus hingga memperlihatkan lekuk tulang di bawah kulitnya, menyerupai penderita gizi buruk akut. Ironisnya, sejak dilahirkan ke dunia, ia sama sekali belum pernah mendapatkan penanganan atau pemeriksaan dari dokter akibat kondisi finansial keluarganya yang serba kekurangan.

Lahir Prematur dan Mengalami Hambatan Tumbuh Kembang

Menurut keterangan dari sang ibu, Neng Maida Pitriyani (24), putri semata wayangnya tersebut lahir secara prematur dengan berat badan awal hanya 1,6 kilogram. Selama tiga tahun perjalanannya, pertumbuhan fisik Ria berjalan sangat lambat dan hanya mengalami kenaikan berat sebesar 4,4 kilogram. Meski demikian, Maida mengaku bahwa pola makan anaknya sebenarnya tergolong normal seperti anak-anak pada umumnya.

Mengonsumsi makanan secara normal sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.

Sistem pencernaan berfungsi dengan baik, ditandai dengan rutin buang air besar setiap hari.

Namun, asupan makanan tersebut tidak berpengaruh pada peningkatan massa otot atau berat badan anak.

Kondisi kesehatan Ria tidak hanya terbatas pada masalah berat badan. Hingga menginjak usia balita, ia mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan sensorik yang cukup parah. Ria belum mampu berjalan dan seluruh persendiannya sangat sulit digerakkan, sehingga ia hanya bisa menghabiskan waktu dengan terbaring lemas di atas kasur. Selain itu, kemampuan bicaranya juga belum berkembang, sehingga ia hanya bisa menangis untuk mengekspresikan rasa lapar atau ketidaknyamanan yang dirasakannya.

Lolos dari Perhatian Pemerintah dan Jaminan Kesehatan

Kehidupan keluarga kecil ini kian diperberat oleh status Maida sebagai orang tua tunggal setelah ditinggal suaminya sejak Ria lahir. Mereka saat ini menumpang di rumah sang nenek bersama dua adik dan seorang keponakan di Kampung Cimanglid, RT 002/001, Desa Cimanglid, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Keadaan ekonomi yang serba pas-pasan membuat pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari menjadi perjuangan berat, apalagi untuk membiayai pengobatan medis ke rumah sakit.

Kemiskinan struktural ini diperparah dengan tidak adanya jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan, baik yang didaftarkan secara mandiri maupun program bantuan iuran dari pemerintah. Selama ini, keluarga mengaku belum pernah mendapatkan program bantuan sosial ataupun perhatian dari perangkat pemerintah daerah terkait kondisi stunting dan gizi buruk yang menimpa Ria. Kini, pihak keluarga hanya bisa berharap adanya uluran tangan dari para dermawan serta tindakan nyata dari pemerintah agar Ria dapat memperoleh hak pengobatan yang layak dan tumbuh normal.

Sumber: bandung.kompas.com