Presiden Prabowo Subianto: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Harus Diikuti Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Harus Diikuti Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penekanan khusus mengenai arah pembangunan nasional yang tengah berjalan. Beliau menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti banyak jika tidak diiringi dengan pemerataan kesejahteraan yang nyata di tengah masyarakat. Menurut Kepala Negara, sebuah sistem yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa mempedulikan keadilan sosial bukanlah fondasi yang kokoh bagi masa depan bangsa Indonesia.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam agenda peresmian 166 titik Sekolah Rakyat, yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam pidatonya, ia mengingatkan kembali esensi utama dari kemerdekaan dan tujuan bernegara sebagaimana yang telah diamanatkan oleh para pendiri bangsa dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Melindungi Rakyat dari Kemiskinan dan Kelaparan Presiden memaparkan bahwa cita-cita luhur memajukan kesejahteraan umum berakar dari komitmen untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia dari berbagai bentuk ancaman sosial yang mendasar. Upaya pemerataan pertumbuhan ini disebutnya sebagai langkah nyata dalam menjalankan roda pemerintahan yang berpihak pada rakyat kecil.

Melindungi warga negara dari ancaman kelaparan yang mengganggu produktivitas.

Mengentaskan masyarakat dari jerat kemiskinan struktural.

Membebaskan rakyat dari penderitaan sosial dan keterbatasan akses kesehatan akibat penyakit.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran pemimpin di tingkat pusat maupun daerah untuk memiliki keberanian dalam melihat realitas di lapangan. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh menutup mata terhadap kekurangan yang masih ada, melainkan harus berani mengambil terobosan demi memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapisan terbawah.

Sumber: nasional.kompas.com