Pasar saham Amerika Serikat, atau yang lebih dikenal dengan Wall Street, menutup sesi perdagangan hari Kamis (8/1/2026) waktu setempat dengan hasil yang bervariasi. Pergerakan indeks saham utama di AS terpantau bergerak fluktuatif akibat tarik-menarik antara sentimen negatif di sektor teknologi dan dorongan kuat pada sektor industri pertahanan. Berdasarkan data komparatif dari lantai bursa, volume perdagangan tercatat cukup masif mencapai 16,9 miliar lembar saham, melampaui rata-rata perputaran harian dalam 20 hari terakhir yang berada di angka 16,3 miliar saham.
Sektor Teknologi Mengalami Tekanan Valuasi AI
Koreksi yang terjadi pada saham-saham raksasa teknologi menjadi beban utama yang menahan laju indeks berbasis teknologi, Nasdaq. Para investor dilaporkan mulai menerapkan sikap yang jauh lebih selektif terhadap emiten berbasis kecerdasan buatan (AI) setelah sektor ini menikmati lonjakan valuasi yang sangat agresif dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini dipimpin oleh beberapa korporasi besar yang selama ini menjadi penggerak pasar:
Saham Nvidia melemah sebesar 2,2 persen.
Saham Broadcom merosot sebesar 3,2 persen.
Saham Microsoft mencatat penurunan 1,1 persen.
Saham Apple terkoreksi tipis sekitar 0,5 persen.
Meskipun indeks sektor teknologi S&P 500 merosot hingga 1,5 persen, sebuah torehan historis dicapai oleh Alphabet. Induk perusahaan Google tersebut justru berhasil menguat 1,1 persen dan sukses melampaui nilai kapitalisasi pasar milik Apple untuk pertama kalinya sejak tahun 2019. Menanggapi dinamika ini, Art Hogan selaku Kepala Strategi Pasar di B. Riley Wealth menjelaskan bahwa popularitas AI kini memasuki fase pembuktian, di mana investor menuntut hasil nyata dari monetisasi dan pengembalian modal investasi atas pengembangan teknologi yang telah ditanamkan.
Efek Stimulus Anggaran Militer Donald Trump
Berbanding terbalik dengan sektor teknologi, saham-saham pertahanan dan militer justru menjadi bintang lapangan pada perdagangan kali ini. Lonjakan ini dipicu langsung oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan rencana kenaikan anggaran militer nasional untuk tahun 2027 menjadi sebesar 1,5 triliun dollar AS. Angka fantastis tersebut melonjak drastis jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2026 senilai 901 miliar dollar AS yang sebelumnya disetujui oleh Kongres. Pengumuman ini langsung direspons positif oleh pasar dengan kenaikan signifikan pada saham Lockheed Martin sebesar 4,3 persen, Northrop Grumman yang bertambah 2,4 persen, serta Kratos Defense yang meroket tajam hingga 13,8 persen.
Di sisi lain, pergerakan indeks utama Wall Street secara kumulatif mencatatkan hasil yang beragam. Indeks S&P 500 ditutup menguat sangat tipis 0,01 persen ke level 6.921,45. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil melaju positif dengan kenaikan 0,55 persen ke level 49.266,11. Sebaliknya, indeks Nasdaq yang padat dengan saham teknologi harus rela terperosok 0,44 persen ke posisi 23.480,02. Pelaku pasar global kini dilaporkan sedang mengalihkan perhatian dan bersiap menanti rilis data makroekonomi nonfarm payrolls edisi Desember, guna mengukur stabilitas pasar tenaga kerja AS pasca-terjadinya penutupan pemerintahan (government shutdown) terlama dalam sejarah negara tersebut.
Sumber: money.kompas.com